Mobil lansiran tahun 1997 keluaran dari Mitsubishi ini bisa dibilang cukup sangar, dalam artian tidak hanya bagian luarnya saja tapi juga bagian dalamnya.

 Tampilan racing saja dirasa tidak cukup bagi Meidy (16) yang masih berstatus sebagai pelajar disalah satu sekolah di kota hujan ini.  Makanya mobilnya ini dioprek secara overall. Bahasan dimulai dibagian eksterior dimana pada area ini yang terlihat paling mencolok. Badan mobil yang aslinya berwarna hitam ini diguyur dengan cat warna oranye keluaran spies hecker yang memang sudah terkenal untuk urusan warna mobil. Kemudian bodikit berbahan fiber ditambahkan dimoncong biar kelihatan lebih dower. Bodikit yang ditanam tidak hanya dibagian depan saja, bagian belakang juga diselubungi bodikit dengan model mobil rally. Lalu dibagian engine hoodnya juga kena imbas dan digarap dengan model custom dari bahan fiber.

Baluran warna saja tidak cukup untuk menampilkan kesan racing yang diusung, untuk itu body juga diramaikan dengan stripping warna hitam-putih model cutting sticker karya wien's sticker yang menjulur disisi kiri dan kanan bodi. Tidak hanya itu saja, biar lebih menambah kesan aerodinamis yang terdapat pada tunggangannya, ducktail berbahan karbon juga ikutan ditanam diatap bagasi dan didukung aksesori racing dibagian muka tunggangannya, mulai dari head lamp, grill hingga wiper semua telah dibuat custom sehingga tidak meninggalkan kesan modifikasi yang tanggung.




Masih belum puas bermain dengan dandanan saja, area dapur pacu juga ikut kena oprek. Dirasa mesin bawaan pabrik sudah tidak mumpuni lagi untuk memuaskan hasrat bermain speed sang owner ketika membesut mobil ini, alhasil ramuan engine swap adalah satu-satunya jalan. Selanjutnya dicomotlah mesin Mitsubishi berbasis 4G63T yang mampu mendongkrak tenaga tunggangannya hingga 176hp. Bermain diarea eksterior dan mesin berdaya HP besar tidak lengkap jika tidak merubah bagian kaki-kaki. Akhirnya sokbreker standar dinon-aktifkan dan digantikan merk Tein dengan per model adjustable. Bagian kaki-kaki makin pas terlihat dengan dipasangkannya pelek palang lima berbalur warna putih keluaran K-Speed 19” yang dibalut ban berprofil tipis keluaran Toyo Proxes.

Interior Matching
Masuk kearea interior, menyelaraskan warna oranye yang mendominasi bagian eksterior, area kabin dibalut dominasi warna merah yang juga cerah. Diarea ini, ruangan terasa cukup padat karena jok penumpang dibagian belakang dicopot dan dilesakkan peranti audio berkosmetik yang ekstrim. Untuk setir, pedal set, shift knob dan juga hand brake dipasang piranti racing keluaran Isota. Sedangkan untuk jok dipasang model racing lansiran dari Sparco. Unsur kosmetik khas berbahan kulit juga turut teraplikasikan pada bagian doortrim.

Untuk sektor audio yang memang acap kali dianggap sebagai pelengkap pada mobil, tidak berlaku disini, pasalnya gubahan audio boleh sudah termasuk prioritas sang owner. Dimulai dari Head unit keluaran Pioneer dan monitor Oris serta LCD Samsung dipilih menjadi main source. Sebagai tenaga pendukungnya, subwoofer keluaran Orion, Kicker, Mohawk, MA Audio dengan tipe competition double voice coil berjumlah 14 set sudah ditanam diarea belakang mobil. Itupun masih ditambah lagi dengan speaker keluaran Rodek Symbion berjumlah 12 set dengan 3 set capasitor bank Rodek 1.5f sebagai penstabil arusnya. Untuk menghantarkan tenaga audio, 8 buah power amplifier yang diusung memakai lansiran dari Prokick dikombinasikan lansiran Orion (upgrade). Untuk jenis Monoblock berjumlah 5 buah sedangkan untuk yang  5 channel berjumlah 3 buah dengan besaran 600A. Agar sinyal suara makin berkualitas dan minim noise, kabel RCA lansiran Phoenix Gold dipasangkan ke dalam sistem. Peredam Sansui diandalkan untuk meredam kekuatan suara yang dihasilkan agar tidak berantakan keluar dari kabin.

Pengerjaan total dari Meidy terhadap tunggangannya ini memang patut diacungi jempol. Tidak sekedar menambah make up aksesori disana-sini tetapi memang merombak keseluruhannya. Jadi untuk urusan kencang-kencangan pun tidak masalah baginya begitupun dengan urusan suara, boleh dicoba. Salut...Ayo siapa yang mau balapan..?!

Spesifikasi :
Jenis Mobil : Mitsubishi Lancer,1997
Pemilik : Meidy
Auto Club : Connection
Mesin : 4G63T 176hp
Air filter : HKS
ECU dastek Unichip
sokbreker Tein Adjustable
pelek K-Speed ring 19”
ban Toyo Proxes
rem WP pro 6 pot (dpn) Caleron (blkg)
Body Kit Custom Buddy Club
Ducktail custom
Cutting Sticker black&white By Wiens Sticker
Grill : Custom
Head lamp : Custom
Engine Hood Custom
Cat : Spies Hecker
Setir : Isotta
Pedal set, shiftknob : Isotta
Jok sparco
Head unit : Pioneer
Monitor : Oris + LCD Samsung
Subwoofer :14 unit Orion, Kicker Mohawk, MA Audio competition double voice coil
Speaker 12 set Rodek + Symbion
Capasitor Bank : Rodek (3 Pcs) 1.5 F
Power Amplifier Prokick, Orion 8 buah (upgrade)  (Monoblock Amplifier (5), 5 channel (3)
Kabel RCA : Phoenix gold
Peredam : Sansui



berperawakan bongsor dan tergolong jenis SUV ini adalah tunggangan dari Edwin (29) yang merupakan komandan dari salah satu distributor ban motor dibilangan Arteri Kedoya, Jakarta Barat.



Suzuki Grand Vitara keluaran tahun 2007 berkelir silver miliknya ini sudah mengalami perubahan untuk yang kedua kalinya, walaupun fokus modifikasinya masih hanya berkutat pada seputar eksteriornya saja. Dan setelah bertanya kesana kemari dan juga mendapat masukan dari teman-temannya, konsep yang ingin ditampilkan untuk tunggangannya yang berbodi bongsor ini adalah elegance.



Perubahan sektor depan, dimulai pada bagian engine hood yang terdapat spion blind spot langsung dipangkas (shave) dengan alasan agar penampilan engine hood terlihat lebih polos dan elegant. Biar sektor penerangan makin mantap, Xenon 4500K langsung ditanam untuk mengganti head lamp orisinil bawaan dari Grand Vitara, begitupun dengan fog lamp ditancapkan fog lamp Klight 6500K. Tampilan kekar makin terbentuk jelas dengan adanya grill model custom dipasangkan didepan. Bagian pintu belakang pun tidak ketinggalan untuk di shave mejadi polos, dimana sebelumnya merupakan tempat untuk meletakkan ban cadangan dan akhirnya ban cadangan diletakkan didalam kabin bagasi belakang dengan mengganti ban berprofile lebih tipis agar dapat masuk. Mempertegas konsep elegance, mobil milik Edwin ini juga mengaplikasikan sunroof keluaran Webasto 300.

Kaki-Kaki Makin Gambot
Masuk dibagian kaki-kaki, sokbreker masih dipertahankan asli bawaan dari Grand Vitara tapi per yang ditanam sudah dua kali diubah. Yang pertama kali dipakai adalah keluaran dari Eibach. Tapi karena merasa tidak cocok, per-nya diganti dengan Tein Sport yang dipotong 2 ulir biar kelihatan lebih padat. Sedangkan untuk memperkuat kesan macho yang memang sudah bawaan dari Grand Vitara, maka dicangkoklah pelek keluaran Taiwan LG Ventura yang berukuran 22” dengan offset 42. berbalut ban Toyo berukuran 255/30 R22 dan biar kelihatan lebih semok, bodikit custom dipasang juga dibagian depan dan sisi kiri kanannya.

Dibagian interior, semua masih dipertahankan sama seperti aslinya alias belum mendapat sentuhan apa-apa. Tapi untuk kedepannya, perubahan akan lebih difokuskan kebagian interiornya. “yang pasti, audio sistemnya akan di up-grade, konsepnya beraliran SQ aja..biar tetap simple, kalo mesin memang ga ada niat” ujar Edwin. Yang pasti kita tinggal tunggu saja gebrakan Edwin selanjutnya yang akan mengoprek audio dan juga komponen interiornya.


Spesifikasi :
Pemilik : Edwin Susanto
Jenis Mobil : Suzuki Grand Vitara JLX A/T 2007
Sokbreker Standard Suzuki Grand Vitara
Per : Tein tipe Sport (Cut 2 ulir)
Velg : LG Ventura 22'' offset 42
Ban : Toyo 255/30 R22
Body kit :custom
Sunroof Webasto 300
Grill custom
Head lamp Xenon 4500K
Foglamp Klight 6500K

Mobil berkelir ungu ini adalah tunggangan dari Harris yang merupakan dedengkot dari rumah modifikasi dibilangan Jakarta Timur bernama Brilliant. Mobil Holden Torana lansiran tahun 1978 berkapasitas 2850cc kepunyaannya ini sebelumnya belum berwujud seperti sekarang, karena hampir 85% dari seluruh bodinya telah mengalami rekondisi dengan memakan waktu setahun. Konsep yang diterapkan untuk membangun mobil ini sebenarnya tidak neko-neko amat, owner cuma membuat mobil ini dengan konsep layaknya mobil hotrod.



Perubahan awal yang tampak adalah mobil yang aslinya empat pintu ini dichop dan digubah menjadi model dua pintu (coupe). Idenya owner selaku modifikator mengambil konsep muscle car lansiran Amerika seperti Dodge Challenger untuk tampilan depannya dan bentuk seperti Chevy Camaro untuk bagian belakangnya.
Buat melibas jalanan pada malam hari, gubahan Lampu depan juga dilakukan dengan mengaplikasikan lampu HID dari BMW seri 5 serta fog lamp Suzuki Escudo 2.0. Tampilan mobil makin gahar dengan grill depan model phantom serta tambahan ducktail custom dibelakang untuk mempertahankan unsur muscle car juga turut terpasang dengan serasi.

Melirik bagian dapur pacu, owner masih tetap dipertahankan keasliannya, akan tetapi mesin straight 6 in-line dari Torana diganti headernya menjadi 4-2-1 dengan muffler custom pipa 2 pasang. Well..tinggal tekan engine start..geber..keluaran suara yang dihasilkan dari mulut knalpotnya terdengar makin hot.

Masuk dibagian kaki-kaki, suspensi asli mobil ini di non-aktif-kan dan diganti sokbreker dari Monroe tapi per-nya tetap orisinil dari Holden. Velg yang dipasang untuk mobil macho ini dipakai model hotrod keluaran dari Billette Specialties dengan dibalut ban dari Kumho Venture ST berukuran P275/60/R15 untuk bagian belakang sedangkan bagian depannya menggunakan ban Achilles Platinum berukuran 195/60/R15 dengan lebar masing-masing ban 8.5'.

Khusus bagian interior tidak banyak mengalami perubahan yang berarti, yang ada hanya setir menggunakan keluaran dari Momo sedangkan untuk pedal set dan shift knob modelnya Maltis Cross. Bagian jok dibalut kulit sintetis warna hitam bergaris putih biar lebih terkesan mobil hotrod dan dapat lebih match dengan warna cat mobil. Untuk up-grade audionya sendiri, owner juga tidak melewatinya, aplikasi head unit keluaran dari Pioneer dan ditemani dengan dua speaker disamping kiri-kanan pintu jadi pilihan.

Dalam proses pengerjaannya, owner selaku modifikator mengakui mengalami kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam membangun mobil ini, terutama ketika mempresisikan bodi mobil yang tadinya empat pintu jadi dua pintu biar bisa pas. Sewaktu dikertas mal semuanya presisi tapi sewaktu pemasangan daun pintu tidak pas jadi semuanya harus diulang dari awal lagi biar bisa pas. Kesulitan lain adalah sewaktu mencari pelek model hotrod, perlu waktu lama untuk hunting sampai keluar kota, tapi akhirnya dapatnya di Jakarta juga.








Spesifikasi:
Mobil Holden Torana 1978 2850 SL buatan Australia; Mesin standar; Suspensi Monroe; Per orisinil Holden; Velg Billette Specialties (front-rear); ban Achilles Platinum 195/60/R15 (front); Kumho Venture ST P275/60/R15 (rear); bodi lampu HID BMW seri 5 (front); replica chevy camarro (rear) grill custom (phantom grill) engine hood custom ducktail custom setir MOMO pedal set Maltis Cross shift knob Maltis Cross handbrake stock jok synthetic black with white lines door trim custom head unit Pioneer speaker 2.

Search

Follower's